Tips Menanam Porang – Memperoleh hasil panen berlipat bagi petani porang merupakan sebuah anugerah.

Cara Budidaya Tanaman Porang

Anda pastinya sangat senang karena panen yang berlimpah mampu menutup pengeluaran. Tidak hanya biaya budidayanya saja, tapi juga tenaga yang sudah Anda keluarkan.

BACA JUGA: Tanaman Porang: Morfologi dan Manfaat Porang untuk Kesehatan

Apalagi mengetahui umbi tanaman bernama latin Amorphophallus Muelleri Blume ini yang harganya terus meningkat.

Tips Sukses Menanam Porang

Untuk menghasilkan umbi porang berlipat, tidak cukup hanya bergantung pada keberuntungan. Untuk mencapainya, seorang petani harus mengetahui tips dan trik penting dalam proses budidayanya.

Berikut ini adalah tips menanam porang agar sukses memperoleh hasil panen yang berlipat!

Pemilihan Lokasi Menanam Porang

Tanaman porang memang bisa tumbuh di berbagai kondisi tanah. Namun, untuk hasil yang lebih optimal, Anda bisa menanamnya di area lahan dengan ketinggian 100-600 mdpl.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan pH tanah tetap netral antara 6-7.

Selanjutnya, tanaman dari family talas-talasan ini juga hanya membutuhkan intensitas cahaya maksimum 40%.

BACA JUGA: Manfaat Porang untuk Industri Pangan Sampai Bahan Peledak

Sementara untuk suhu lingkungan terbaik berkisar antara 25-35 °C dengan curah hujan antara 300 – 500 mm/bulan.

Lebih baik Anda menyiapkan lahan yang berada di area yang ada tegakan pohon besar. Misalnya saja pohon mahoni, sono, ataupun pohon jati.

Apabila lahan jauh dari pohon tegakan, direkomendasikan membuat naungan lain, misalnya seperti memasang paranet di sekitar area lahan.

Penyiapan Lahan Menanam Porang

Tips menanam porang berikutnya adalah Anda perlu siapkan lahan yang sudah dibersihkan dari gulma. Gulma berpotensi untuk merebut nutrisi dan zat hara tanah.

Apabila menangani gulma cukup sulit, bisa dibasmi dengan herbisida.

BACA JUGA: Cara Budidaya Tanaman Porang di Lahan Terbuka, Hasil Optimal!

Anda pun harus memperhatikan tanah yang digunakan, pastikan gembur dan tidak tergenang air. Anda bisa membuat drainase di area pinggir lahan untuk mengatur intensitas air yang masuk.

Selain itu juga sebaiknya dilakukan pengapuran untuk mendapatkan pH tanah yang netral.

Pemilihan Benih Porang

Anda bisa mendapatkan benih porang dari umbi, katak (Bulbi), biji dari bunga, dan juga dari pembelahan embrio biji umbi (Poliembrioni).

Untuk Anda yang barus saja membudidayakan porang, disarankan untuk memilih benih yang berasal dari umbi. Selain cepat bisa dipanen, juga mengurangi resiko kegagalan.

BACA JUGA: Cara Menanam Porang yang Benar, Agar Panen Berlimpah

Jika Anda menggunakan benih dari hasil poliembrioni atau benih yang ditanam pada lahan yang disiapkan adalah benih yang telah disemai selama kurang lebih 8 minggu.

Jadi, Anda bisa mengetahui mana biji yang tumbuh ataupun yang tidak.

Proses Menanam Porang

Tips menanam porang berikutnya tentu saja proses penanamannya. Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

Waktu Tanam

Waktu tanam yang terbaik untuk budidaya porang adalah awal musim penghujan, sekitar bulan November – Desember.

Porang mengalami dormansi di musim kemarau, sehingga tidak akan tumbuh jika di tanam di musim kemarau, hingga musim hujan tiba.

Cara Tanam

Hal yang perlu diketahui dalam proses penanaman adalah:

  1. Bibit dari umbi ditanam dalam lubang yang dibuat dengan ukuran sekitar 90 x 90 cm atau 90 x 50 cm,
  2. Untuk bibit bukan dari umbi, ditanam dalam guludan dengan jarak antar guludan 90 cm,
  3. Lubang maupun guludan yang dibuat ditutup dengan lapisan tanah bagian atas (topsoil) dan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang), kemudian dilakukan peletakan benih,
  4. Saat peletakan benih, cula tunas dihadapkan ke atas,
  5. Benih yang sudah diletakkan di area tanam ditutup tanah dengan ketebalan sekitar 3 cm.

Pemupukan Porang

Tahapan paling penting untuk mendapatkan hasil umbi yang optimal adalah proses pemupukan. Tanaman porang membutuhkan pupuk kandang 5 ton per hektar.

Untuk penggunaan pupuk organik, dosis yang disarankan adalah N: P2 O5 : K2 O sebesar 40:40:80 kg per hektar atau 40:60:45 kg per hektar, yang diberikan pada 45 hari setelah tanam.

Treatment pupuk dilakukan lagi pada dua bulan sekitar hari ke 75 sebagai top dressing dengan 40 kg N, 50 kg P2 O5 , 50 kg K2O per hektar.

Kombinasi pupuk N dan K berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil umbi per hektar-nya.

Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma dilakukan utamanya pada awal pertumbuhan. Pembersihan gulma ini umumnya dilakukan pada umur 30, 60, dan 90 hari setelah tanam.

Pada lahan yang luas, penyiangan bisa dilakukan dengan penyemprotan herbisida.

Penyiangan secara berkala dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil umbi. Dengan pembersihan rutin, kondisi batang porang bisa lebih panjang dan hasil umbi meningkat sampai 34-285%.

Pengendalian Penyakit

Walaupun cenderung gampang dibudidayakan, tanaman porang terkadang juga terserang hama dan penyakit. Hama maupun penyakit yang biasanya menyerang umumnya berupa serangga, jamur, bakteri, maupun virus.

Berikuti ini obat yang diperlukan bila tanaman porang terkena serangan hama atau penyakit:

Daun layu dan batang busuk karena jamur, bisa diatasi dengan fungisida Ridomil dan Benlate
Serangan bakteri nematoda pada mbi, bisa dikendalikan dengan Carbofuran
Untuk pengendalian hama serangga bisa menggunakan Basudin dan Thiodan

Itulah tadi tips-tips yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman porang. Apabila tips-tips di atas dipenuhi, kemungkinan besar akan menghasilkan hasil yang maksimal, bahkan bisa berlipat-lipat.

Write A Comment