Panduan Kontrak Freelance agar Terhindar dari Kerja Rodi

Panduan Kontrak Freelance – Apakah Anda berfikir bahwa freelancer tidak bisa memiliki kontrak? Ya, ada benarnya. Tapi, Anda juga bisa memiliki kontrak Anda sendiri agar menjaga dari kerja buta.

Panduan Kontrak Freelance

Saya juga dulunya berfikir seperti itu. Saya menjadi seorang freelancer karena tidak ada batasan antara saya sebagai pekerja lepas dan client sebagai bos projects yang saya kerjakan.

Namun, seiring waktu dan jumlah projects yang terus bertambah akhirnya saya membutuhkan yang namanya kontrak. Jujur saja, saya suka iya-iya saja pada client.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer

Akibat dari “Iya-iya” ini membuat saya bekerja tidak sesuai dengan persetujuan di awal. Akhirnya client mendapatkan apa yang ada di luar persetujuan secara gratis atau tanpa biaya tambahan.

Panduan Kontrak Freelance

Pada dasarnya, setiap kontrak dari setiap freelancer dapat berbeda-beda. Apa yang saya tulis disini adalah syaratan kontrak yang paling umum di gunakan oleh para freelancer.

1. Dasar Kontrak Freelance

Sebelum membuat kontrak sebaiknya Anda menentukan terlebih dahulu detail-detail dari kedua belah pihak (Freelancer dan Client). Misalnya jobdesk, harga, dan sebagainya.

Apabila detail sudah dibuat, sekarang masukan semuanya kedalam kontrak atau halaman template kontrak Anda. Jika bekerja sama dengan perusahaan besar, Anda butuh kontrak fisik.

Baca juga: Skill Wajib Seorang Freelancer Yang Harus Kamu Miliki

Namun, jika bekerja hanya untuk individu, kontrak sederhana yang dibuat secara online juga tidak masalah. Contohnya membuat kontrak di Canva, Ms. Word, dan tools lainnya.

Jangan lupa juga menentukan deadline atau batas waktu pengerjaan. Hal ini sangat penting untuk seorang freelancer yang tidak memiliki jumlah client yang tetap setiap bulannya.

2. Kerahasiaan Informasi

Di industri digital, persaingan sangat ketat dan kompetitif sehingga informasi kecil yang bocor dapat berbahaya bagi client Anda. Untuk itu, Anda harus bisa merahasiakannya.

Artinya Anda setuju untuk menjaga rahasia detail project dari client Anda. Biasanya, perjanjian ini akan diminta langsung oleh client, jika mereka tidak minta, inisiatiflah bertanya lebih dulu.

Baca juga: Prospek Masa Depan Desainer Grafis, Menjanjikan kah?

Contoh paling mudah adalah apakah mereka mengizinkan untuk menggunakan project mereka sebagai portfolio atau tidak. Biasanya ada yang tidak mengizinkan hal itu.

Anda dapat membuat perjanjian ini dalam dokumen baru atau menjadi satu dalam kontrak yang Anda buat.

3. Panduan Kontrak Freelance: Detail Pengerjaan

Statement of work adalah dokumen yang menguraikan semua tanggung jawab Anda. Biasanya dibuat dalam bentuk email tapi memasukannya kedalam kontrak akan lebih baik.

Baca juga: Malas Kerja Kantoran? Pekerjaan Ini Cocok untuk Kaum Milenial

Hal ini akan membantu Anda dari tugas-tugas di luar kontrak. Baik itu sebelum pekerjaan dimulai ataupun sesudahnya. Buatlah secara rinci agar tidak terlewat satu hal pun.

4. Syarat dan Ketentuan Kontrak Freelance

Terms of Service atau syarat dan ketentuan ini sangat bagus karena Anda dapat menambahkan ketentuan apa pun yang Anda inginkan selain dari persyaratan standar.

Anda dapat menambahkannya kebagian halaman website atau kontrak tertulis Anda. Dengan begitu, calon client dapat membaca dan menyetujuinya.

Misalnya Anda adalah penyedia jasa pembuatan website. Pasti Anda tidak ingin menunggu website selesai baru menerima bayaran.

Dengan begitu, Anda bisa menetapkan pembayaran 50% diawal sebagai uang muka. Jadi, Anda tidak akan merugi apabila client membatalkan project yang sudah Anda kerjakan.

Anda juga bisa menentukan jumlah revisi yang ingin diberikan. Biasanya beberapa client meminta terlalu banyak revisi, yang dapat memakan waktu lebih lama daripada versi awal.

Untuk mencegah kesalahpahaman, pastikan untuk memasukkan syarat dan ketentuan ini juga dalam kontrak Anda.

Apakah Kontrak Freelance Harus di Aktakan?

Tidak, kontrak freelance tidak harus diaktakan di notaris. Namun, jika client besar, sebaiknya di aktakan agar kontrak menjadi sah, aman, dan dapat melindungi Anda dari tuntutan hukum.

Baca juga: Mengubah Passion Menjadi Duit, Mengapa Tidak?

Untuk client kecil dan sedang, Anda bisa membuat kontrak sederhana saja. Namun, tetap dengan menulis atau melampirkan detail dan beberapa point kontrak diatas.

Penutup

Setelah Anda membaca point-point diatas, apakah Anda sudah mengetahui bahwa kontrak bisa jadi penting untuk seorang freelancer.

Kabar baiknya, Anda tetap dapat menetapkan aturan Anda sendiri kedalam kontrak. Anda dapat menggunakan panduan kontrak freelance ini untuk project Anda selanjutnya.

2 pemikiran pada “Panduan Kontrak Freelance agar Terhindar dari Kerja Rodi”

  1. Wahhh saya pernah nih seperti ini, gaji tidak seberapa tapi kerja luar biasa.. Bahkan yang harusnya sudah pulang malah kerja sampe malam bahkan sampe subuh.. Mungkin kedepannya bisa diperbaiki, terima kasih infonya mas..

    Balas
    • Kebanyakan orang yang jadi Freelancer pasti pernah ngerasain ini di awal mas, apalagi kalau gak enakan orangnya, pasti iya-iya aj jadinya kerja dan bayaran gak sesuai. Jadi kitanya sendiri yang harus ngasih batasan biar kerja sesuai kontrak.

      Balas

Tinggalkan komentar