Cara Setting Plugin LiteSpeed Cache di WordPress

Cara Setting Plugin LiteSpeed Cache – Apakah saat ini Anda bermasalah dengan kecepatan website Anda yang masih dibawah rata-rata. Padahal sudah menggunakan plugin cache.

Jika iya, silahkan mencoba untuk menggunakan plugin LiteSpeed Cache ini. plugin ini terbilang sangat full of feauture dan asiknya lagi semuanya bisa Anda gunakan secara gratis.

Plugin ini juga mendukung WordPress Multisite dan kompatibel dengan sebagian besar plugin populer seperti WooCommerce, bbPress, Yoast SEO.dan lain sebagainya.

Sebelum masuk pada materinya, sebaiknya Anda ketahui dulu sebenarnya apasih LiteSpeed Cache plugin ini, apa saja fitur yang disediakan dan juga apa saja kekurangannya.

Apa Itu LiteSpeed Cache?

Cara setting plugin litespeed cache

LiteSpeed Cache adalah sebuah plugin caching server all-in-one (lengkap) yang dibangun secara langsung di web server LiteSpeed. Plugin ini dikembangkan sendiri oleh LiteSpeed Technologies.

Baca juga: Cara Setting WP Rocket Terbaik Untuk Mempercepat Loading Blog

Cara Kerja Plugin LiteSpeed Cache

LiteSpeed Cache akan menyimpan dan mengumpulkan halaman dalam versi HTML static secara dinamis untuk mempercepat halaman ditampilkan kedepannya.

Fitur-Fitur LiteSpeed Cache Plugin

  1. Free QUIC.cloud CDN Cache
  2. Object Cache (Memcached/LSMCD/Redis)
  3. Image Optimization (Lossless/Lossy)
  4. Minify CSS, JavaScript, and HTML
  5. Minify inline CSS/JS
  6. Combine CSS/JS
  7. Automatically generate Critical CSS
  8. Lazyload images/iframes
  9. Responsive Image Placeholders
  10. Multiple CDN support
  11. Load CSS/JS Asynchronously
  12. Browser Cache
  13. Database Cleaner and Optimizer
  14. PageSpeed score optimization
  15. Dan sebagainya.

Kekurangan Plugin LiteSpeed Cache

Satu-satunya kekurangan dari plugin ini adalah jarangnya ada update. Plugin yang tersedia saat ini saja terakhir diupdate kurang lebih 3 bulan yang lalu.

Cara Setting Plugin LiteSpeed Cache

Pertama-tama, Anda harus install plugin LiteSpeed cache. Silahkan masuk ke bagian plugin > add new plugin > cari litespeed cache > install > aktifkan.

Setelah diaktifkan, masuk ke LiteSpeed Cache untuk menampilkan semua fiturnya, silahkan klik Show Advanced Option yang terletak di pojok kanan plugin LiteSpeed Cache.

1. General

Pada bagian general, pengaturannya seperti dibawah ini, atau biarkan default.

  • Enable LiteSpeed Cache: Enable
  • Public Cache TTL: 604800
  • Private Cache TTL: 1800
  • Front Page TTL: 604800
  • Feed TTL: 0
  • 404 Page TTL: 3600
  • 403 Page TTL: 3600
  • 500 Page TTL: 3600
  • Automatically Upgrade : OFF
  • Automatically Feed News: OFF

Baca juga: Cara Mengubah URL Login WordPress

2. Cache

Pengaturan pada bagian cache juga di default saja atau tidak perlu dirubah.

  • Logged-in Users: ON
  • Commenters: ON
  • REST API: ON
  • Login Page: ON
  • Favicon.ico: ON
  • Cache PHP Resources: ON
  • Cache Mobile: OFF
  • List of Mobile User Agents: Default
  • Private Cached URIs: Kosongkan
  • Drop Query String: Kosongkan

3. Purge

Pada bagian ini juga biarkan saja default.

  • Purge All On Upgrade: ON
  • Auto Purge Rules For Publish/Update: Default
  • Scheduled Purge URLs: Default
  • Scheduled Purge Time: Default

4. Exclude

Pada bagian ini biarkan default/kosong.

5. Optimize

Pada bagian ini, silahkan ikuti settingan dibawah ini.

Note: CSS HTTP/2 Push dan JS HTTP/2 Push tidak perlu diaktifkan jika server Anda sudah mendukungnya.

  • CSS Minify: ON
  • CSS Combine: ON
  • CSS HTTP/2 Push: OFF
  • JS Minify: ON
  • JS Combine: ON
  • JS HTTP/2 Push: OFF
  • CSS/JS Cache TTL: 604800
  • HTML Minify: ON
  • Inline CSS Minify: ON
  • Inline JS Minify: ON
  • Load CSS Asynchronuosly: OFF
  • Generate Critical CSS: OFF
  • Generate Critical CSS In Background: OFF
  • Separate CCSS Cache Post Types: Kosongkan
  • Separate CCSS Cache URIs: Kosongkan
  • Inline CSS Async Lib: ON
  • Load JS Deferred: ON
  • Exclude JQuery: ON
  • DNS Prefetch: masukkan URL web eksternal yang script nya terpasang di blog Anda. Lihat contohnya dibawah.
  • Remove Comments: ON

Baca juga: Cara Mengatasi The Site Is Experiencing Technical Difficulties

DNS Prefetch

Pada bagian ini, Anda bisa isikan dengan link-link berikut ini, silahkan tambahkan sesuai apa yang Anda gunakan.

  • //ajax.googleapis.com
  • //connect.facebook.net
  • //www.googletagmanager.com
  • //maps.googleapis.com
  • //maps.gstatic.com
  • //fonts.googleapis.com
  • //fonts.gstatic.com
  • //apis.google.com
  • //google-analytics.com
  • //www.google-analytics.com
  • //ssl.google-analytics.com
  • //youtube.com
  • //api.pinterest.com
  • //cdnjs.cloudflare.com
  • //pixel.wp.com
  • //platform.twitter.com
  • //syndication.twitter.com
  • //platform.instagram.com
  • //disqus.com
  • //sitename.disqus.com
  • //s7.addthis.com
  • //platform.linkedin.com
  • //w.sharethis.com
  • //s.gravatar.com
  • //stats.wp.com

6. Tuning

Cara setting plugin LiteSpeed Cache berikutnya adalah dibagian Tuning, Anda bisa ikuti settingan dari blog saya.

Baca juga: 10 Plugin Contact Form WordPress Terbaik

  • Combined CSS Priority: ON
  • CSS Exclides: Kosongkan
  • Combine JS Priority: ON
  • JS Excludes: Kosongkan
  • Max Combined File Size: 1.2 MB
  • Remove Query Strings: ON
  • Load Google Fonts Asynchronously: ON (Baca penjelasannya dibawah)
  • Remove Google Font: OFF (Baca dibawah)
  • Critical CSS Rules: Kosongkan
  • JS Deferred Excludes: Kosongkan
  • Remove WordPress Emoji: ON
  • URI Excludes: Default
  • Role Excludes: Deafult

Note: Jika Anda mengaktifkan Load Google Font, maka matikan Remove Google Font. Jika Anda menghidupkan Remove Google Font, matikan fitur Load Google Font Asynchronously.

7. Media

Untuk bagian media setting juga tidak butuh pengaturan yang rumit, Anda hanya perlu mengaktifkan beberapa saja seperti dibawah ini.

  • Lazy Load Images: ON
  • Lazy Load Image Excludes: Kosongkan
  • Lazy Load Image Class Name Excludes: Kosongkan
  • Lazy Load Image Placeholder: Kosongkan
  • Responsive Placeholder: OFF
  • Responsive Placeholder Background Color: Default
  • Generate Reponsive Placeholder In Background : ON
  • Lazy Load Iframes: ON
  • Inline Lazy Load Images Library: ON
  • Optimize Automatically: OFF
  • Optimization Cron: ON
  • Optimize Original Images: ON
  • Remove Original Backups: OFF
  • Pengaturan lainnya biarkan default saja.

8. CDN

Pada bagian CDN ini optional, bagi Anda yang paham silahkan lakukan setup sendiri. Bagi Anda yang tidak paha, silahkan lewati saja.

Bagi Anda yang ingin menggunakan CDN Photon untuk serve gambar yang ada di blog Anda, silahkan ikuti panduan pada artikel dibawah ini.

Baca ini: Cara Setting CDN Photon di LiteSpeed Cache

Untuk Anda yang ingin connect ke cloudflare, Anda bisa scroll kebagian bawah dan temukan menu “Cloudflare API” dan masukan semua informasi cloudflare yang dibutuhkan.

9. ESI, Advanced, Debug, dan Crawler

Pada bagian ini bisa Anda biarkan default saja. Karena pada bagian ini dikhusukan bagi mereka yang sudah expert.

Karena jika Anda salah setting, bisa saja mempengaruhi website Anda. Jadi biarkan saja default.

10. Save Setting

Jika cara setting plugin LiteSpeed ini sudah Anda ikuti, jangan lupa untuk klik save dan biarkan plugin ini mulai bekerja untuk website Anda.

Penutup

Itulah dia cara setting plugin LiteSpeed Cache di WordPress untuk mempercepat website ataupun blog Anda.

Jika Anda terbantu dengan artikel ini, jangan lupa untuk share di media sosial Anda agar lebih memberi manfaat yang lebih luas lagi, terima kasih.

Tinggalkan komentar