Cara Mengatur Keuangan dengan Lebih Mudah dan Terencana

Uang adalah salah satu hal yang berharga, maka perlu cara mengatur keuangan agar tidak salah langkah. Tanpa uang kita tak bisa membeli barang-barang atau menggunakan jasa yang kita perlukan.

cara mengatur keuangan

Agar uang yang kita miliki bisa mencukupi segala kebutuhan kita. Pastinya kita harus pintar-pintar mengaturnya. Namun, mengatur keuangangan bukan hal yang mudah.

BACA JUGA: Keuangan: Pengertian, Prinsip dan Jenis Lembaga Keuangan

Diperlukan beberapa pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang baik, konsistensi, dan juga komitmen.

Cara Mengatur Keuangan

Nah, bagi Anda yang saat ini masih bingung kenapa uang Anda selalu habis tak bersisa. Mungkin Anda perlu belajar cara mengatur keuangan yang baik.

Anda lakukan mulai dari langkah-langkah yang sederhana. Seperti yang akan kita bahas berikut ini:

1. Hitung Pendapatan dan Pengeluaran

Untuk mengatur keuangan, cara pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan memahami apa saja pengeluaran Anda setiap bulannya.

Buat daftar setiap pengeluaran Anda menjadi menjadi beberapa bagian. Kemudian urutkan berdasarkan skala prioritas.

BACA JUGA: Tujuan Keuangan yang Harus Anda Ketahui dan Contohnya

Contohnya, Anda memiliki penghasilan total 5 juta rupiah setiap bulannya.

Anda harus membayar cicilan motor, kosan, biaya makan, biaya untuk membeli kebutuhan pokok seperti sembako dan perlengkapan lainnya.

Agar uang 5 juta tersebut cukup dan bahkan bisa Anda sisihkan untuk dana darurat. Anda harus memahami apa saja pengeluaran wajib yang harus Anda bayarkan atau beli setiap bulannya.

Singkirkan beberapa hal yang sepertinya tidak terlalu Anda butuhkan seperti membeli baju mahal atau barang branded.

2. Mengatur Keuangan dengan Mengalokasikannya

Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatur keuangan Anda. Salah satunya adalah dengan mengalokasikannya dengan porsi 40-30-20-10.

BACA JUGA: Cara Islam Mengatur Keuangan Agar Hidup Lebih Sejahtera

Anda pastinya juga sudah tak asing lagi dengan metode yang satu ini.

Anda bisa mengalokasikan penghasilan Anda untuk 40% biaya hidup, 30% untuk cicilan, 20% untuk menabung dan 10% sisanya untuk bersedekah.

Dengan adanya sebuah alokasi pendapatan yang pasti, maka Anda akan memiliki panduan bagaimana cara Anda menghabiskan uang.

Anda juga bisa mengetahui berapa banyak uang yang bisa Anda habiskan untuk setiap kategori pengeluaran.

3. Catat Pengeluaran

Cara mengatur keuangan yang ketiga adalah dengan mencatat setiap pengeluaran yang Anda lakukan.

Anda bisa mengunduh aplikasi khusus di smartphone yang bisa Anda gunakan untuk menginput transaksi pengeluaran harian Anda. Atau Anda juga bisa mencatatnya secara manual di buku tulis.

Dengan mencatat pengeluaran ini, maka Anda bisa mengetahui apa saja pengeluaran yang Anda bayarkan di periode tertentu.

Anda bisa mengetahui berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk membeli sesuatu dan melakukan tracking pengeluaran.

Banyak sekali orang yang saat ini belum mencatat pengeluaran mereka dan ini adalah sebuah kesalahan yang cukup besar dalam mengelola keuangan.

Jika tidak mencatat pengeluaran, maka Anda akan bingung ke mana sajakah uang Anda pergi.

4. Lakukan Evaluasi

Bacalah catatan pengeluaran Anda sesekali dan lakukanlah sebuah evaluasi sederhana. Apakah pengeluaran Anda sudah sesuai dengan alokasi yang Anda rencanakan.

Mungkin ada pengeluaran tidak penting yang bisa Anda minimalisir. Apakah Anda terlalu boros. Pengeluaran Anda sudah lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan Anda dan lain sebagainya.

Evaluasi ini dapat Anda jadikan dasar untuk memperbaiki pola penggunaan uang di masa mendatang sehingga Anda terhindar dari kesalahan yang sama.

Penutup

Itulah beberapa cara mengatur keuangan yang bisa Penulis sampaikan kali ini. Cara di atas dapat Anda jadikan layaknya sebuah siklus atau pola pengaturan keuangan setiap bulannya.

Mulai dari pahami pengeluaran Anda, buat anggaran, catat setiap pengeluaran hingga melakukan evaluasi. Semoga bermanfaat.

Jika Anda suka dengan artikel ini, silahkan share ke teman-teman, kerabat, atau keluarga terdekat Anda.

Leave a Reply