Beranda » Panduan Bisnis » Cara Membuat Proposal Usaha yang Menarik untuk Investor

Cara Membuat Proposal Usaha yang Menarik untuk Investor

Cara membuat proposal – Sebelum mulai berbisnis, untuk dapat mengumpulkan investor Anda tentunya harus membuat proposal.

Cara Membuat Proposal Usaha

Proposal ini sendiri merupakan gambaran detail mengenai usaha dan prospeknya di masa depan. Agar dapat menarik minat investor, maka Anda perlu membuatnya dengan baik, menarik, terstruktur, dan deskriptif.

Baca Juga: Surat Lamaran Kerja: Cara Membuat dan Hal yang Harus Dihindari

Nah, untuk Anda yang ingin membuat proposal. Kali ini, kita akan membahas beberapa cara membuat proposal usaha yang bisa Anda jadikan referensi.

Cara membuat proposal Usaha

1. Susun Bagian Pendahuluan

Tips pertama adalah dengan menyusun bagian pendahuluan. Bagian pendahuluan ini sangatlah penting karena merupakan first impression dalam sebuah dokumen yang penting seperti ini.

Bagian pendahuluan ini mencakup latar belakang usaha yang Anda jalankan. Jangan lupa cantumkan visi & misi perusahaan juga ya.

2. Isi Profil Perusahaan

Hal yang tak kalah penting selanjutnya adalah mencantumkan profil perusahaan. Cantumkan profil tersebut dengan jelas, singkat, dan padat.

Baca Juga: Tips Agar Proposal Diterima Oleh Sponsorship atau Investor

Ada 3 poin utama yang harus dicantumkan dalam bagian ini. Diantaranya adalah jenis usaha, nama usaha, dan juga lokasi usaha. Ketiga hal ini, akan mempermudah investor mengenali usaha Anda.

Jika bisnis Anda telah memiliki struktur yang jelas. Seperti : nama-nama karyawan yang memiliki peran vital (contoh pemilik, manajer divisi, dan sejenisnya) maka Anda juga bisa mencantumkannya dalam proposal ini.

Hal ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan tambahan. Struktur karyawan perusahaan yang jelas, mencerminkan bahwa sistem manajerial dan pembagian jobdesk perusahaan telah berjalan dengan baik.

3. Deskripsikan Produk/Layanan Saat Membuat Proposal

Tips selanjutnya yang merupakan bagian penting adalah mendeskripsikan layanan/produk yang Anda unggulkan.

Paparkan secara jelas apa keunggulan produk/layanan tersebut. Hal-hal yang membedakannya dengan layanan/produk lain dan sejenisnya.

Baca Juga: Tips Memulai Bisnis untuk Milenial yang Ingin Jadi Pengusaha

Semakin baik dan unik produk yang diproduksi atau layanan yang ditawarkan, maka akan semakin tinggi pula minat investor untuk menyuntikkan modalnya di usaha Anda.

4. Tentukan Target Pasar dan Prospek Masa Depan Bisnis

Dalam sebuah proposal usaha yang baik, Anda selaku pemilik bisnis harus mencantumkan target pasar perusahaan yang jelas.

Target pasar setiap perusahaan ini berbeda-beda alias disesuaikan dengan produk/layanan yang Anda hasilkan. Target pasar tersebut tentunya adalah konsumen-konsumen yang berpotensi untuk membeli dan menggunakan produk/layanan tersebut.

Dalam menentukan target pasar ini, Anda harus memperhatikan usia, daerah, kebutuhan, hingga kemampuan finansial calon konsumen potensial Anda. Bisnis dengan target pasar yang lebih jelas, lebih berpotensi untuk “mengambil bagian” di pasar.

5. Cantumkan Laporan Keuangan dalam Membuat Proposal

Jika perusahaan Anda telah berjalan selama beberapa waktu. Anda dapat mencantumkan laporan keuangan perusahaan tersebut.

Baca Juga: Peluang Usaha di Bulan Ramadan dengan Modal yang Sedikit

Mulai dari laporan laba/rugi, laporan neraca, perubahan modal, arus kas, dan sejenisnya. Selain itu, jangan lupa mencantumkan kebutuhan modal tambahan untuk perusahaan Anda dan alokasi anggaran tersebut.

Kira-kira setelah mendapatkan uang tersebut. Uang tersebut akan Anda gunakan untuk apa saja. Semisal, untuk mengembangkan usaha, menambah lokasi pabrik, dan sejenisnya.

6. Susun Penutup dan Lampiran

Langkah terakhir dalam cara membuat proposal sendiri adalah dengan menyusun penutup dan menambahkan lampiran.

Pada bagian penutup, berikan ringkasan tentang keseluruhan isi proposal. Jangan lupa, menambahkan kata-kata persuasive yang intinya semakin meyakinkan keputusan klien/investor.

Pada bagian lampiran, Anda bisa melampirkan sertifikat atau penghargaan yang pernah diraih, foto usaha, foto-foto ketika menerima penghargaan, legalitas usaha yang dibuktikan dengan adanya izin dan pengesahan notaris, dan sejenisnya.

Penutup

Sekian pembahasan mengenai bagaimana cara membuat proposal yang kita bahas kali ini. Dengan memiliki proposal yang tersusun dengan baik, maka manfaat dari proposal tersebut akan lebih maksimal lagi.